PEMBAHASAN KRITERIA SERTA PENENTUAN GEOSITE, BIOSITE DAN CULTURESITE DI GEOPARK IJEN

Rapat Koordinasi (Rakor) Zoom Meeting atau Pertemuan Digital menggunakan Platform Media On Line Berjajering terkait Pembahasan Kriteria dan Penentuan Geosite, Biosite dan Culturesite, kembali digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Timur (Prov. Jatim) hari ini, Jumat (28/08/2020). Secara terpisah, Tim Geopark Kab. Bondowoso menghadiri rapat tersebut bertempat di Gedung Tourist Information Center (TIC) Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bondowoso (Disparpora Kab. Bondowoso) dan Kantor BAPPEDA Kab. Bondowoso di Kompleks Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Bondowoso.

Rakor Pembahasan Kriteria dan Penentuan Geosite, Biosite dan Culturesite melalui Zoom

Tim Geopark Ijen Kabupaten Bondowoso yang turut menghadiri kegiatan Rakor Geopark Ijen diantaranya; Kepala Bidang Pariwisata (Kabidpar) Disparpora; Arif Setyo Raharjo, SST.Par., M.Si, dan Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Bondowoso; Sigit Dwiwahyu Banendro, S.TP., M.Si. Pada lokasi terpisah, dijelaskan oleh Kabidpar Disparpora dan Kabid ESDA Bappeda bahwasanya kesiapan Kabupaten Bondowoso dalam melengkapi komponen dokumen Pengembangan Situs Geopark Ijen telah memasuki tahap proses identifikasi dan kategorisasi penetapan Warisan Geologi (Geo Heritage).

Baca Juga : Penetapan Badan Pengelola dan Logo Geopark Ijen Telah Disepakati oleh Pemprov Jatim, Kab. Bondowoso dan Kab. Banyuwangi

Sebelum penentuan, Kabupaten Bondowoso telah terlebih dahulu melakukan Kajian Teknis secara Ilmiah terkait Prinsip Penentuan Geopark Site yang akan menjadi Situs Taman Bumi Geopark Ijen. Terdapat 18 titik yang diusulkan untuk menjadi Situs Warisan Bumi Geopark Ijen. Ke-18 Situs Geopark tersebut telah diklasifikasi menjadi 3 Situs Utama, diantaranya (1). Situs Warisan Geologi/ Geological Heritage Site (Geosite), (2). Situs Warisan Alam atau Biologi/ Natural or Biological Heritage Site (Biosite), dan (3). Situs Warisan Budaya/ Cultural Heritage Site-Tangible and Intangible (Cultural site). Dari klasifikasi ke-3 komponen Warisan Bumi atau Geopark Site tersebut, tentu telah melalui berbagai kajian teknis ilmiah dengan pengkategorisasian sesuai pemetaan potensi warisan bumi.

Untuk tahapan berikutnya, materi detail mengenai kelengkapan dokumen atau Dossier, dan penentuan Badan Pengelola Geopark, serta pengintegrasian Situs Warisan Bumi tersebut harus memiliki konektivitas melalui penciptaan Geotrail atau lintasan yang menghubungkan masing-masing jenis warisan bumi, hingga dapat menciptakan pemahaman akan warisam bumi tersebut secara utuh.

Baca Juga : Dataran Tinggi Ijen Diusulkan Jadi UNESCO Global Geopark

Geotrail tersebut nantinya biasa disebut sebagai Lintasan Perjalan Wisata yang dilengkapi dengan kategori dan karakteristik atas komponen Geotrail tersebut.